8 Sunnah Haji Serta Dalil Nya

Sunnah Haji – Sunah haji merupakan amalan yang dilakukan pada saat menunaikan ibadah haji yang apabila dikerjakan mendapat pahala, namun jika ditinggalkan pun tidak mendapatkan dosa. Sunnah haji tersebut dilakukan untuk melengkapi rangkaian ibadah haji.

Ada beberapa sunnah haji yang bisa dilakukan bagi jama’ah haji. Sunnah haji tersebut telah diterangkan dalam beberapa hadis.

Sunnah haji adalah thawaf qudum, bermalam di Mina, idhtiba’, mencium hajar aswad, raml, mandi ketika ihram, menggunakan kain ihram berwarna putih, dan membaca talbiyah serta mengeraskan suara.

Untuk mengetahui apa saja sunnah – sunnah haji ataupun umrah secara lengkap, Anda bisa membaca penjelasannya di bawah ini.

Beberapa Contoh Sunnah Haji

Berikut ini yang termasuk sunnah – sunnah yang bisa dijalankan pada saat menunaikan ibadah haji ataupun umroh, antara lain:

Thawaf Qudum

Thawaf Qudum merupakan sunnah yang dilakukan oleh seseorang yang baru tiba di Mekkah sebagai penghormatan kepada Kakbah. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah yang berbunyi:

مَنْ أَتَى الْبَيْتَ فَلْيُحَيِّهِ بالطَّوَافِ

Artinya : “Siapa yang mendatangi Ka’bah maka hendaknya menghormatinya dengan thawaf”

Bermalam di Mina

Mina menjadi tempat yang disinggahi oleh jama’ah haji pada tanggal 8 Dzulhijah. Namun bermalam di Mina hukumnya tidak wajib, alias sunnah. Biasanya, jama’ah haji yang singgah di Mina melakukan beberapa kegiatan seperti lempar jumrah aqabal, tahalul awal, serta mengambil nafar awal atau nafar tsani.

Idhtiba’

Sunnah haji yang selanjutnya adalah tata cara memakai kain ihram atau yang biasa disebut Idhtiba. Sunnah haji dalam memakai idhtiba adalah dengan menampakkan bahu sebelah kanan. Hal tersebut berdasarkan hadis Ya’Ia bin Umayyah, bahwa Rasulullah SAW juga thawaf dengan idhtiba’.

Mencium Hajar Aswad

Hajar Aswad merupakan batu yang diturunkan dari Surga. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah pernah mencium hajar aswad pada saat melaksanakan ibadah haji. Sebagai umatnya, maka disunnahkan melakukan hal yang sama dengan Rasulullah

 إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَإِنِّى أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَأَنَّكَ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ

Artinya : “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim no. 1270).

Raml

Raml yaitu kegiatan yang dilakukan dengan cara berjalan cepat di tiga putaran pertama pada saat Tawaf Qudum. Kemudian setelah itu diselesaikan dengan berjalan biasa.

Hal tersebut telah dijelaskan dalam hadis Ibnu ‘Umar, “Bahwasanya Rasulullah SAW ketika thawaf mengitari Ka’bah, thawaf yang pertama kali, beliau berlari-lari kecil tiga putaran dan berjalan empat putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir kembali di Hajar Aswad.”

Mandi Ketika Ihram

Berdasarkan hadis Zaid bin Tsabit menjelaskan bahwa beliau melihat Nabi Muhammad SAW mengganti pakainnya untuk ihram dan kemudian mandi. Maka kita sebagai umatnya disunnahkan untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah.

Menggunakan Kain Ihram Berwarna Putih

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas, beliau pernah berkata, “Rasulullah SAW berangkat dari Madinah setelah beliau menyisir rambut dan memakai minyak, kemudian beliau dan para Sahabat memakai rida’ dan izar (kain ihram atas dan bawah).

Kemudian berdasarkan hadis Ibnu ‘Abbas, disunahkannya memakai pakaian ihram berwarna putih sesuai dengan sabda Rasulullah:

اِلْبَسُوْا مِنْ ثِيَابِكُمُ الْبَيَاضِّ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ وَكَفِّنُوْا فِيْهَا مَوْتَاكُمْ.

Artinya : “Pakailah pakaianmu yang putih, sesungguhnya pakaian yang putih adalah pakaianmu yang terbaik dan kafankanlah orang-orang yang wafat di antara kalian dengannya.”

Membaca Talbiyah Sambil Mengeraskan Suara

Berdasarkan hadis as-Saib bin Khalladi, ia pernah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

أَتَانِي جِبْرِيْلُ فَأَمَرَنِي أَنْ آمُرَ أَصْحَابِي أَنْ يَرْفَعُوْا أَصْوَاتَهُمْ بِاْلإِهْلاَلِ أَوِ التَّلْبِيَةِ.

Artinya : “Telah datang kepadaku Jibril dan memerintahkan kepadaku agar aku memerintahkan para Sahabatku supaya mereka mengeraskan suara mereka ketika membaca talbiyah.

Oleh sebab itu, para Sahabat Rasulullah berihram dengan suara yang dikeraskan sesuai dengan anjuran nabi.

Leave a Comment