Perbedaan Ibadah Haji dan Umroh

Haji dan Umroh merupakan ibadah yang dilaksanakan oleh masyarakat Muslim. Perbedaan secara umum Haji dilaksanakan 40 hari, sedangkan umroh selama 10-15 hari.

Dalam artikel ini terdapat beberapa pembahasan yang dirangkum dalam daftar isi berikut ini.

  • Pengertian Haji dan Umroh
  • Perbedaan Haji dan Umroh
  • Syarat-syarat Haji dan Umroh

Pengertian Haji dan umroh

Secara pengertian Haji dan Umroh memiliki pengertian yang berbeda, Haji adalah kunjungan ibadah ke Baitullah Mekkah untuk melakukan ibadah dalam waktu tertentu dan cara tertentu serta dilaksanakan dengan tertib.

Sedangkan Umroh adalah ibadah Sunnah dengan mengunjungi Baitullah yang dapat dengan tata cara yang tidak terlalu panjang.

Biasanya masyarakat melaksanakan Umroh terlebih dahulu kemudian melaksanakan Haji. Umroh juga dianggap sebagian besar masyarakat sebagai persiapan untuk melaksanakan Haji.

Untuk pelaksanaan Umroh dan Haji pun memiliki aturan yang berbeda. Haji hanya bisa dilaksanakan pada bulan tertentu yakni bulan Syawal, Zulqaidah, dan bulan Zulhijjah. Sedangkan Umroh dapat dilaksanakan pada setiap saat dan tidak terbatas waktunya.

Adapun tafsir Ulama’ dari Surah Al-Baqarah:196 yang membahas mengenai Haji dan Umroh.

…وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh untuk Allah”

Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa seseorang yang mampu secara agama, ilmu, finansial, dan fisik wajib untuk melaksanakan Haji dan Umroh.

Perbedaan Haji dan Umroh

Haji dan umroh memiliki perbedaaan sebagai berikut.

HajiUmroh
Haji merupakan rukun islam yang ke 5 dan wajib dilaksanakan bagi umat islam yang mampu.Umroh merupakan ibadah Sunnah.
Rukun haji terdiri dari ihram, wukuf, tawaf ifadah, sai, tahallul, dan tertib.Rukun umroh terdiri dari ihram, tawaf, umrah, sai, dan tahallul.
Waktu pelaksanaan haji hanya pada bulan syawal hingga idul adha.Waktu pelaksanaan umroh sepanjang tahun.
Tempat pelaksanaan haji mulai dari Miqat-Mekkah-Arafah-Muzdalifah-Mina.Tempat pelaksanaan umroh mulai dari Miqat-Mekkah-Masjidil haram.
Haji dilaksanakan selama 40 hari.Umroh dilaksanakan 10-15 hari.

Syarat-Syarat Haji dan Umroh

Terdapat perbedaan syarat pelaksanaan untuk ibadah Haji dan Umroh, berikut perbedaan syarat pelaksanaannya.

Syarat Haji

  • Islam

Syarat utama melaksanakan Ibadah Haji adalah beragama Islam. Untuk masyarakat non muslim yang melaksanakan Haji maka tidak dianggap sebagai ibadah Haji yang sah dan tidak juga mendapatkan ganjaran atau pahala.

  • Berakal

Orang yang hendak melaksanakan Haji haruslah berakal. Dalam artian tidak dalam keadaan sakit, hilang ingatan, ataupun gila.

  • Baligh

Bagi seseorang yang melaksanakan Haji dan membawa anak-anak yang belum baligh maka ibadah Hajinya dihitung sebagai ibadah Sunnah. Karena syarat sah melaksanakan Haji adalah telah baligh.

  • Memiliki Kemampuan Perbekalan dan Kendaraan

Ibadah Haji merupakan ibadah yang panjang dan membutuhkan kecukupan finansial. Dengan demikian syarat terakhir melaksanakan Haji adalah bagi orang yang mampu. Untuk orang yang sudah mampu secara finansial diwajibkan untuk melaksanakan, sedangkan untuk orang yang tidak mampu maka menjadi tidak wajib.

Syarat Umroh

  • Beragama Islam

Melaksanakan Umroh juga memiliki syarat utama yakni beragama Islam. Sama seperti Haji dan seluruh ibadah di dalam ajaran Islam.

  • Baligh dan Berakal

Baligh diartikan sebagai batas manusia telah mampu memperhitungan baik ataupun buruk. Jika sudah baligh maka seluruh yang ia lakukan akan dicatat sebagai pahala ataupun dosa. Batas baligh untuk laki-laki adalah mimpi basah, dan batas baligh untuk perempuan adalah haid.

  • Merdeka Dari Perbudakan/Bukan Hamba Sahaya

Orang yang melaksanakan Umroh haruslah seseoang yang merdeka dan bukan budak. Namun di era modern ini sudah sangat jarang ditemui kasus perbudakan.

  • Terdapat Mahram Bagi Perempuan

Ibadah Umroh merupakan ibadah yang jauh, sebagaimana ajaran Islam bahwa jika perempuan melakukan bepergian dengan jarak yang jauh wajib didampingi oleh mahramnya.

Leave a Comment