Hikmah Ibadah Haji Menurut Al-Qur’an dan Hadist

Hikmah Haji – Menunaikan ibadah haji merupakan keinginan seluruh umat muslim. Kewajiban menunaikan ibadah haji bagi yang mampu sudah disyaratkan dalam rukun islam yang ke 5. Dalam melaksanaan haji tentu ada hikmah yang terkandung didalamnya.

Hikmah haji menurut Al-Qur’an dan hadist adalah menjadi salah satu amalan baik bagi kaum muslim, dapat menghapus dosa, mampu menghilangkan kemiskinan, memenuhi perintah Allah, dan mendapatkan pahala yang besar.

Untuk mengetahui apa saja hikmah haji yang terkandung didalamnya, silahkan Anda baca penjelasan di bawah ini.

Daftar Isi :

Hikmah Haji Menurut Al – Qur’an dan Hadist

Selain dianjurkan dalam rukun islam, haji juga memiliki hikmah yang terkandung di dalamnya. Beurikut ini beberapa hikmah haji menurut Al – Qur’an dan Hadits:

Ibadah Haji Menjadi Salah Satu Amalan yang Paling Baik bagi Kaum Muslim

Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa Haji menjadi salah satu amalan yang paling baik apabila dikerjakan. Hal tersebut karena seseorang telah mengamalkan salah satu dari rukun islam yang telah dianjurkan oleh agama Islam.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah ditanya Amal apakah yang paling utama?”, kemudian Rasulullah menjawab Iman kepada Allah dan Rasul-Nya”. Kemudian ditanya lagi Kemudian apa?”. Beliau menjawab Jihad di jalan Allah”. Kemudian ditanya lagi Kemudian apa?”. Rasulullah menjawab lagi Haji yang mabrur”. [(Bukhari, Book 2, Hadis 25) (Muslim, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah)].

Menunaikan Ibadah Haji Mampu Menghapus Dosa – Dosa

Di dalam sebuah hadist telah dijelaskan bahwa ibadah haji dan umroh bisa menghapus dosa – dosa yang pernah dilakukan semasa hidupnya.

Sesuai dengan HR Imam Muslim yang berbunyi:

“Bukankah kamu mengetahui – wahai ‘Amru – bahwa (agama) Islam itu menghapus (dosa-dosa) di masa lalu? Dan bukankah hijrah itu (juga) menghapuskan (dosa-dosa) di masa lalu ? Dan bukankah haji itu (juga) menghapuskan (dosa-dosa) di masa lalu?” (HR Imam Muslim no. 321)

Dengan menunaikan ibadah haji dengan khusyuk dan niat karena Allah ta’ala, mengikuti semua ketentuan haji dan menghindari larangannya, maka Insya Allah dosa – dosa kita akan diampuni oleh Allah dan diberikan balasan Surga oleh-Nya.

Ibadah Haji Mampu Menghilangkan Kemiskinan

Imam Ath-Thayyaibi pernah menjelaskan bahwa menunaikan ibadah haji atau umroh mampu menjauhkan kita dari kemiskinan, sebagaimana sedekah yang mampu menambah rezeki ataupun harta bagi orang yang bersedekah.

Rasulullah juga pernah bersabda “Lanjutkanlah haji dengan umrah, karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaimana api dapat menghilangkan kotoran besi, emas, dan perak. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu melainkan Surga”.

Oleh sebab itu, tidak usah khawatir karena kehilangan uang berjuta – juta untuk haji. Karena Allah akan menggantinya dengan pahala dan juga rezeki yang berkali – kali lipat jumlahnya.

Memenuhi Perintah Allah

Dengan menunaikan ibadah haji, berarti seseorang tersebut telah melaksanakan rukun islam yang ke 5. Hal tersebut tentunya dapat membuat meningkatkan keimanan seseorang tersebut dalam beribadah. Seperti Hadis yang dijelaskan Rasulullah yang berbunyi:

Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh, adalah tamu – tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika meminta kepada Allah pasti akan Allah beri.” (HR Ibnu Majah)

Mendapatkan Pahala yang Besar

Allah telah menjanjikan pahala Orang yang telah melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji. Seperti sabda Rasulullah SAW yang berbunyi “Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR Bukhari)

Hikmah Haji dari Segi Ekonomi

Ada beberapa hikmah dari segi ekonomi yang bisa diperoleh dari segi ekonomi yang mencakup produksi, konsumsi, dan distribusi.

Meningkatkan Kekayaan Negara Melalui Ekspor

Ulama terkemuka kelahiran Tunasia (1332 M), Abdurrahman Ibn Khaldun (Abu Zayd) menjelaskan bahwa kekayaan suatu negara tidak ditentukan berdasarkan banyaknya uang di negara tersebut, melainkan ditentukan oleh tingkat produksi domestiknya.

Untuk Indonesia sendiri, kegiatan ekspor yang berpotensi dilakukan ke Arab Saudi adalah dengan menjual bahan – bahan sandang ataupun souvenir. Dengan adanya pelaksanaan haji ini, maka perdagangan antara Indonesia dengan Arab Saudi akan meningkatkan kekayaan negara.

Terciptanya Pola Konsumsi yang Lebih Hemat

Orang yang Iqtishod adalah orang yang tidak boros dalam membelanjakan hartanya. Seseorang yang menjadi Haji Mabrur dipercaya akan membentuk sikap gaya hidup yang sederhana serta tidak boros dalam membelanjakan hartanya.

Pembentukan sikap inilah yang menyebabkan dampak positif bagi pola hidup seseorang. Dengan menerapkan gaya hidup yang tidak berlebihan, maka seseorang tersebut bisa menggunakan hartanya untuk sedekah ataupun keperluan yang lebih penting lainnya.

Terciptanya Pola Distribusi Ekonomi dalam Masyarakat

Dengan terjadinya ibadah haji, maka dapat menciptakan distribusi kekayaan atau pembangunan ekonomi di dalam masyarakat yang terjadi sebelum ataupun saat melakukan haji.

Pembangunan ekonomi yang terjadi sebelum haji antara lain dilakukan dengan pemberian order perlengkapan haji pada UMKM, pengalokasian petugas haji, dan sebagainya. Hal tersebut tentu akan membantu perekonomian usaha kelas menengah.

Sedangkan distribusi ekonomi pada saat haji bisa dilakukan melalui infaq, sedekah, asuransi haji, dan sebagainya.

Leave a Comment